
"Hahahahahahahaha!" Enna berlari-lari, setelah menjaili pengemis tua yang buta. Enna memang anak yang nakal, padahal sudah berkali kali di ingatkan oleh tetangga dan ibunya, bahwa janganlah nakal. Tapi itu tidak di pedulikan oleh Enna. Akibat Enna berlari-lari sambil menghadap ke belakang tadi, Enna tersandung
batu, dan terjatuh.
"Awww...Hiksss...ibuuuuuuu!" Tangis Enna memanggil ibunya. Untung saja tempat terjatuh nya Enna di depan rumah tetangga Enna, jadi Enna dapat diantar pulang oleh tetangganya.
Tok..Tok...Tok... tetangga Enna mengatuk pintu rumah Enna, sambil
mengandeng Enna yang sedari tadi menangis sehabis jatuh.
Ckreeat.... Pintu rumah Enna terbuka, muncullah seorang wanita yang
amaat cantik, ya! dia adalah ibu Enna.
"Ada apa ini bu Aini? kok lutut Enna berdarah?" Tanya ibu Enna ke pada bu Aini,tetangganya.
"Ini bu Ranna, Enna terjatuh tadi di depan rumah saya" Lapor bu Aini.
"Oh begitu, terimakasih ibu Aini sudah mengantar Enna, permisi dulu ya bu, saya ingin mengobati kaki Enna" ucap ibu Enna.
"Ya, silahkan, saya juga ingin pulang. Permisi bu Ranna" pamit ibu Aini sambil meninggalkan Enna dan ibunya.
"Ada apa ini bu Aini? kok lutut Enna berdarah?" Tanya ibu Enna ke pada bu Aini,tetangganya.
"Ini bu Ranna, Enna terjatuh tadi di depan rumah saya" Lapor bu Aini.
"Oh begitu, terimakasih ibu Aini sudah mengantar Enna, permisi dulu ya bu, saya ingin mengobati kaki Enna" ucap ibu Enna.
"Ya, silahkan, saya juga ingin pulang. Permisi bu Ranna" pamit ibu Aini sambil meninggalkan Enna dan ibunya.
Di dalam rumah Enna,..
"Kamu tunggu disini Enna, ibu mau mengambil sabun
antiseptik,obat merah air juga sapu tangan, untuk mengobati lukamu" Ucap
ibu Enna.
Beberapa saat kemudian, ibu Enna membawa sebaskom air hangat, juga
sapu tangan, obat merah juga sabun anti septik. Ibu Enna membasuh luka Enna
dengan sayang, saat ibu Enna ingin memoles obat merah ke lutut Enna,..
"Jangan bu, Enna ngak mau di kasih obat merah!, nanti perih!" Tolak Enna.
"Tidak Enna, tak kan perih kok" Bantah ibu Enna sambil memoles obat merah dengan kapas.
"Jangan bu, Enna ngak mau di kasih obat merah!, nanti perih!" Tolak Enna.
"Tidak Enna, tak kan perih kok" Bantah ibu Enna sambil memoles obat merah dengan kapas.
Setelah itu, Enna tidur, dan baru bangun pada jam 05.00. Saat Enna
terbangun, Enna di minta mandi oleh ibunya,
"Enna, kamu sudah bangun? Mandilah nak, ini sudah sore" Printah ibu Enna.
"Aku tidak mau bu! aku ingin bermain!" Bantah Enna.
"Enna tapi nanti,.." Ucapan ibu Enna terpotong oleh Enna.
"Sudah ya bu! Enna main!" Ucap Enna sambil keluar rumah. Ibu Enna merasa sedih, karna Enna tidak memperhatikannya.
"Enna, kamu sudah bangun? Mandilah nak, ini sudah sore" Printah ibu Enna.
"Aku tidak mau bu! aku ingin bermain!" Bantah Enna.
"Enna tapi nanti,.." Ucapan ibu Enna terpotong oleh Enna.
"Sudah ya bu! Enna main!" Ucap Enna sambil keluar rumah. Ibu Enna merasa sedih, karna Enna tidak memperhatikannya.
Sudah hampir maghrib, Enna baru sampai rumah, ibu Enna sangaat
khawatir pada Enna, saat Enna pulang ibu Enna langsung mendekati Enna.
"Enna, kamu dari mana saja? ibu takut kamu kenapa-napa nak," Ucap ibu Enna khawatir.
"Ibu lebay! Aku cuma main ke rumah Shinta!" Ucap Enna tak peduli terhadap ke khawatiran ibunya. "Enna, kok kamu begitu?" Kata ibu Enna.
"Aku bagimana? Ah sudahlah! Aku ingin menonton TV dikamar ku!" Ucap Enna menaiki tangga ke kamarnya.
Kok anakku begini?,.. Apa dia akan begini terus? ,.. dia tidak boleh seperti ini, aku ingin meliahat dirinya berbakti sebelum aku,....., hhhh... Ibu Enna berkata-kata sendiri dalam hati.
"Enna, kamu dari mana saja? ibu takut kamu kenapa-napa nak," Ucap ibu Enna khawatir.
"Ibu lebay! Aku cuma main ke rumah Shinta!" Ucap Enna tak peduli terhadap ke khawatiran ibunya. "Enna, kok kamu begitu?" Kata ibu Enna.
"Aku bagimana? Ah sudahlah! Aku ingin menonton TV dikamar ku!" Ucap Enna menaiki tangga ke kamarnya.
Kok anakku begini?,.. Apa dia akan begini terus? ,.. dia tidak boleh seperti ini, aku ingin meliahat dirinya berbakti sebelum aku,....., hhhh... Ibu Enna berkata-kata sendiri dalam hati.
keesokan harinya,..
Enna bangun pada pagi hari, ia mandi dan turun kebawah.
"Ibuu!,..buu!.. aku mau makan bu!" Teriak Enna. "Ibuu!.. Ibu ngak dengar ya?! aku mau makan bu!" Teriak Enna lagi. Lalu ia sadar, ibunya sedang tidak ada. Ia pun memutuskan bermain ke rumah Nana dan mengajak Shinta juga kesana.
"Ibuu!,..buu!.. aku mau makan bu!" Teriak Enna. "Ibuu!.. Ibu ngak dengar ya?! aku mau makan bu!" Teriak Enna lagi. Lalu ia sadar, ibunya sedang tidak ada. Ia pun memutuskan bermain ke rumah Nana dan mengajak Shinta juga kesana.
Setelah dua jam berada di rumah Nana, Enna pun pulang kerumah.
Dirumah Enna,..
Enna masuk rumah tanpa salam. Ia melihat ibunya mengis sambil
membaca sesuatu. Kali ini, Enna kasihan terhadap ibunya. Ibu Enna tak sadar
kalau putrinya itu sudah datang. Ibu Enna pergi ke toilet, surat yang membuat
ibu Enna menangis itu, masih tergeletak di meja makan. Enna membacanya.
"Hah?! jadi,.. jadi ibu,..Ibu leukemia stadium empat?!...Hikss" Enna mulai menangis. Ibunya keluar dari toilet, melihat Enna menangis.
"Nak kamu kenapa menangis?" Tanya ibu Enna.
"Ibu,.. ibu kenapa ngak pernah jujur sama aku?" Ucap Enna.
"Jujur apa nak?" Tanya ibu Enna bingung.
"Kalau ibu punya leukemia yang sekarang stadium empat.. hiks..." Ucap Enna menangis.
"Enna,.. kamu,.. kamu baca surat itu?" ucap ibu Enna. Tak terasa, airmata mulai jatuh dari pipi nya. Ibu Enna memegangi kepalanya.
"Ibu kenapa bu?!" Tanya Enna khawatir.
"Kepala ibu pusing nak!...” Ibu Enna terlihat kesakitan, Enna memanggil Ibunya Shinta, Ibu Enna pun di larikan kerumah sakit.
"Hah?! jadi,.. jadi ibu,..Ibu leukemia stadium empat?!...Hikss" Enna mulai menangis. Ibunya keluar dari toilet, melihat Enna menangis.
"Nak kamu kenapa menangis?" Tanya ibu Enna.
"Ibu,.. ibu kenapa ngak pernah jujur sama aku?" Ucap Enna.
"Jujur apa nak?" Tanya ibu Enna bingung.
"Kalau ibu punya leukemia yang sekarang stadium empat.. hiks..." Ucap Enna menangis.
"Enna,.. kamu,.. kamu baca surat itu?" ucap ibu Enna. Tak terasa, airmata mulai jatuh dari pipi nya. Ibu Enna memegangi kepalanya.
"Ibu kenapa bu?!" Tanya Enna khawatir.
"Kepala ibu pusing nak!...” Ibu Enna terlihat kesakitan, Enna memanggil Ibunya Shinta, Ibu Enna pun di larikan kerumah sakit.
Dirumah sakit, dokter memeriksa ibu Enna, lalu Dokter keluar dengan
muka murung. "Dok, bagaimana ibu saya? baik baik aja kan dok?!" Tanya
Enna khawatir.
"Maaf dik Enna,.. Ibu Renna, telah meninggal dunia," Ucap Dokter itu murung.
"Apa?! Dokter bohong kan?! Dokter bercanda kan?! Ini cuma rekayasa kan Dok?! Jawab Dok!.." Enna menangis. Enna di bujuk ibunya Shinta, untuk melihat Ibu Enna.
"Maaf dik Enna,.. Ibu Renna, telah meninggal dunia," Ucap Dokter itu murung.
"Apa?! Dokter bohong kan?! Dokter bercanda kan?! Ini cuma rekayasa kan Dok?! Jawab Dok!.." Enna menangis. Enna di bujuk ibunya Shinta, untuk melihat Ibu Enna.
Saat Enna memasuki kamar ibunya, ibu Enna sudah terkulai, dan di
balut kain putih.
"ibu, maafin Enna, sekarang Enna janji, ngak akan pernah nakal
lagi," ucap Enna di telinga ibunya...
Benar saja, Enna sekarang sudah menjadi anak yang baik, dan tidak
nakal lagi. Ia sekarang di rawat oleh Ibunya Shinta, sahabat Enna..
Sekarang Enna menjadi anak yang pintar, cerdas, dan baik...
selamanya...
selamanya...
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa Komentar mu!.. Dan terimakasih telah membaca!.. Dan jangan lupa baca Peraturan ber komentar yang ada di atas Box komentar, sebelum bercomment!..

Jangan lupa komentarnya,... Dan krisarnya,.. :)
ReplyDeleteKasian mammanya Enna -.-
ReplyDeleteIya,.. Enna ngak pernah mau Nurut kata Mama nya,..
DeleteDan, Cuma mau Cari Mama nya kalo Butuh -_-
Kak, bagaimana dengan ayah Enna? Apa Enna tidak punya ayah? Tolong jawab ya kak :).
ReplyDeleteIya nih.. aku lupa jelasin..
DeleteAyah Emma itu sudah enggak ada karena kecelakaan :D
Oh my god .... cerita yang sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat ............. sad bagiku ... "lebay" dehhhh .... -____- hehehe ...
ReplyDeleteHihi.. :D
DeleteHai... boleh kenalan?
DeleteKak bagus banget ceritanya! Sumpah, aku mau nangis! Boleh aku copas ke blogku? Namanya gifta-second-blog.blogspot.com. visit my blog ya kak!
ReplyDeleteWahh makasih, bolehh kok :) sertakan link blog ini ya
DeleteKak, saran yaa, nulisnya 'Nggak' bukan 'Ngak' :D
ReplyDeletemakasih saran nya, aku kebiasaan nulis ngak sih :D
Deletesediih ceritanya
ReplyDelete