
“Mama, aku udah selesai makan nya!, aku mau
main laptop ya!” Teriak Nissa. “Nissa! Beresin dulu piring bekas kamu makan!” Balas
mama Nissa. “Oh iya!” Nissa menepuk jidat dan kembali kemeja makan, untuk
membereskan piring bekas makannya.
Selesai membereskan piring bekas makannya, Nissa duduk di pinggir kolam renang di halaman belakang rumahnya, Nissa lupa kalau ia ingin bermain laptop. “Hey,.. kok murung lagi Niss?,” Mama Nissa tiba-tiba datang. “Hhh, aku masih mikir Lia ma,” Tatapan mata Nissa tertuju pada air kolam renang. “Mama katanya mau ngasih solusi nya ma..” Ingat Nissa. “Oh iya,.. Gini Niss, kamu tau enggak apa barang atau makanan kesukaan Lia?,” Tanya mama Nissa. Nissa menggeleng pelan. “Hmm,… yah, mama ngak tau kalau gitu,.. kamu cari tau aja dulu ya,.. apa barang ke sukaan Lia,” Ujar mama Nissa yang kemudian pergi.
Keesokan
harinya di sekolah,…
“Lia,
ayuk ke perpustakaan,” Ajak Nissa, namun Lia malah pergi keluar kelas. Ternyata Lia masih marah sama aku.. Gumam
Nissa sedih. “Ih, Amabel, Enna, sama Ella mana sih!? Dari tadi ngak ada-ada!”
Gerutu Lia, akhirnya ia berjalan menuju taman utara.
Di
taman utara, Lia akhirnya menemukan Amabel, Ella, Juga Enna. Baru saja Lia
ingin memanggil mereka, namun ia hentikan, karna ia keheranan melihat Amabel,
Ella, dan Enna sedang tertawa ria. “Hahahahaha! Gimana sih si Lia! Masak kita
gituin mau aja!, padahal kan kita yang ngerusakin gambar kupu-kupunya! Terus
kita taro deh di laci mejanya Nissa!” Ucap Amabel. Hah?! Jadi Amabel yang ngerusak gambar itu!?... Kasihan Nissa, aku udah
musuhin dia…Gumam Lia dalam hati. Lia terus mendengarkan omongan Amabel,
Enna, juga Ella. “Iya Bel! Masak dia mau disuruh bawain tas!? Siapa juga yang
mau masukin dia ke genk! Dia kan anak nya ngak selevel ama kita!,.. ya
kan??” Ucap Enna. “Tul!” Balas Amabel
dan Ella kompak. Jadi mereka ngak mau
masukin aku ke genk merekq!? Hhh,.. awas kalian! Gumam Lia. “Oh! Jadi kalian sengaja mau bikin aku sama
Nissa berantem!? Supaya aku masuk ke genk kalian, dan ngelayanin kalian!?” Ucap
Lia yang tiba-tiba sudah ada di hadapan, Amabel, Ella, dan Enna. “Li,..Lia!?
sejak kapan kamu disitu!?” Tanya Amabel gugup. “Baru saja aku disini!” Ucap
Lia, “Tapi aku sedaritadi mendengarkan obrolan kalian!” Lanjut Lia. “Ja..Jadi
kamu ud..udah tau!?” Pekik Amabel. “Ya! Aku tau kalau kamu sengaja mau bikin
aku sama Nissa bertengkar! Iya kan!?” Balas Lia. “Kalau memang iya kenapa!?”
Ucap Ella keceplosan. “Ella!” Pekik Enna. “Sorri…” Ella menutup mulut. “Tuh
kan!? Bener kan!? Aku ngak akan lagi-lagi mau masuk ke genk kamu dan jadi teman kamu Amabel!” Ucap Lia
yang kemudian berlari. “Liaa!...” Amabel berteriak sehingga membuat beberapa orang
yang ada di taman itu menutup kuping. “Kamu sih Ella!” Bentak Amabel. “Emang
aku ngapain?” Ella berkata santai. “Nyantai lagi!, kamu tadi keceplosan bilang
kalau kita mau bikin Lia sama Nissa bertengkar!, Nissa jadi pergi tau!” Bentak
Amabel lagi. “Aku kan udah bilang sorri Bel! Marah-marah terus!” Ucap Ella,
kali ini ia berani melawan Amabel. “Oh! Sekarang kamu berani ya sama aku!” Ucap
Amabel. “Emang kamu siapa aku!? Sampai aku harus turut sama kamu!” Ucap Ella.
“Ssst.. El,.. itu kan Amabel.. kok kamu berani?” Tanya Enna berbisik. “Ngapain
harus takut Enn!? Sekarang, kita pergi dari sini! Keluar dari genk ngak jelas!”
Ucap Ella menarik tangan Enna ke tempat lain.
Di
taman Timur,..
Lia
menopang dagu sambil melihat matahari yang terik. Dia ingin sekali kembali
berteman dengan Nissa, namun ia takut Nissa tidak akan memaafkan nya. “Nissa,”
Lia mengucap nama temannya itu lirih. “Kamu memanggilku Lia?” Nissa tiba-tiba
datang. “Eh,.. mhmm, ngapain kamu disini! Ini kan tempat aku sama Amabel!” Lia
begitu karna ia masih ragu untuk berteman lagi dengan Nissa. “Lalu, mana Amabel
dan Genk nya?, Bukan nya harusnya mereka udah disini?” Nissa mendesak Lia.
Sebenarnya Nissa melihat kejadian pertengkaran Lia dan Amabel juga genk nya.
“Emhh,.. mereka sedang jajan,” Ucap Lia berbohong. “Ini sudah jam pulang Lia..
tidak ada lagi toko jajanan yang buka di kantin,” Ucap Nissa.
“Sok tau deh kamu, ini masih jam istirahat tau!” Ucap Lia. “Kamu salah, kamu
sudah melewatkan dua jam pelajaran terakhir tadi,” Ucap Nissa. “Benarkah?” Lia
masih tidak yakin. “Iya,.. Lihatlah, murid yang lain sudah menggendong tas
kearah Wait room untuk menunggu orang
yang akan menjemput mereka,” Ucap Nissa lagi. “Jujurlah Lia, kenapa kamu?”
Tanya Nissa. “Hiks,.. Nissa,” Lia memeluk Nissa erat. “Kenapa Lia?” Nissa
bertanya lagi. “Ak,..Aku ditupu,..sama,.. Am..Amabel..Ternyata,.. dia sama genk
nya…Yang..Yang ngerusak gambar itu,” Lia menangis sambil memeluk Nissa. “Kamu
ngak perlu menangis Lia,” Nissa melepaskan pelukan Lia, dan memegang bahu Lia.
“Tap,..Tapi, aku udah nuduh kamu dan musuhin kamu,” Ucap Lia lirih. “Udah, aku
udah maafin itu semua,” Ucap Nissa tulus. “Kamu bener-bener ngak marah sama aku
kan Nissa?” Ucap Lia kurang yakin. “Iya,.. aku ngak marah sama kamu Lia,..”
Balas Nissa meyakinkan. “Nissa,..” Lia kembali memeluk Nissa. Nissa melepaskan
pelukan dari Lia. “Nissa, kok kamu gitu?” Lia Nampak merasa bersalah. Nissa
tersenyum, “Karna ini sudah saatnya pulang, kalau pelukan terus, kapan
pulangnya?” Ucap Nissa polos. “Hehehehe, aku kira kamu marah,..” Ucap Lia lega.
“Enggak laah,.. yuk pulang!” Ajak Nissa. “Yuk!” Balas Lia.
Oh
iya temen-temen,.. aku lupa bilang, kalau rumah Nissa dan Lia itu searah, Jadi
mereka pulangnya bareng, dengan berjalan kali.
Di
jalan,..
“Niss,
Amabel tuh nyebelin bangeet!” Curhat Lia di perjalanan. “Kenapa emang?” Nissa
bertanya. “Masak, buat masuk ke genk nya aja, aku harus bawaain tas mereka
sampe rumah masing-masing!?, mana tas nya beraaat bangeet lagi!” Curhat Lia,
sambil mengeluh. “Hahahaha!, lagian kamu, ngapain mau disuruh begitu?” Nissa
bertanya sambil tertawa. “Iiih Nissa, aku lagi sebel tau!” Lia cemberut.
“Iyaa.. Iyaa..” Nissa masih cekikikan.
Tak terasa, mereka
sudah sampai rumah,.. “Dadah Nissa!, nanti sore ketemuan di taman yaa!” ucap
Lia sambil membuka pagar rumahnya. “Iya Lia!” Balas Nissa juga sambil membuka
pagar rumahnya. Hihihi, mereka ber barengan terus yaa?...hehe
Tapi Lia sama Nissa gimana? Kembar ga, Fas??
ReplyDeleteMereka Gak kembar May.. Banyak nya cerita yang mengisahkan persahabatan itu berakhir dengan pertemuan, saudara kembar,. menjadikan aku nulis cerita yang akhirnya menjauhi itu
Delete