“Apa
Bel?” Tanya Enna, dan Ella ber barengan. “Kompak amat!, Oh ya! Aku punya
rencana, kalian setuju ngak?” Tanya Amabel. “Gimana mau setuju Bel, kamu belum
kasih tau rencana nya!” Ucap Ella, Enna mengangguk. “Hmmm,… rencana nya, si Lia
kan letakin gambar kupu-kupu nya di laci meja, kita basahin aja!, abis itu kita
letakin di laci meja nya Nissa, nanti Nissa deh yang di salahin,” Ucap Amabel.
“Trus, Nissa dan Lia bakal bertengkar, disaat mereka bertengkar, kita bujuk Lia
buat masuk ke genk kita, gitu!” Lanjut Amabel.
“Oooo gitu!” Ucap Ella dan Enna, lagi-lagi bersamaan. “Yaudah buruan basahin! Ella, air minum kamu kan banyak, tuangin seperempat aja ke gambar kupu-kupunya Lia, tapi sebelum di basahin, taro dulu di laci nya Nissa gambar nya!” Printah Amabel. “Duuh, iya-iya!” Ucap Ella sambil mengambil botol minum nya. Ella memindah kan gambar kupu-kupunya Lia ke laci meja Nissa, lalu ia menuangkan seperempat air dari botol minumnya. “Udah nih Bel!” Ucap Ella. “Yaudah, yuk ke ruang makan, sebelum ada yang curiga!” Ajak Amabel. “Yuk” Balas Ella dan Enna.
“Oooo gitu!” Ucap Ella dan Enna, lagi-lagi bersamaan. “Yaudah buruan basahin! Ella, air minum kamu kan banyak, tuangin seperempat aja ke gambar kupu-kupunya Lia, tapi sebelum di basahin, taro dulu di laci nya Nissa gambar nya!” Printah Amabel. “Duuh, iya-iya!” Ucap Ella sambil mengambil botol minum nya. Ella memindah kan gambar kupu-kupunya Lia ke laci meja Nissa, lalu ia menuangkan seperempat air dari botol minumnya. “Udah nih Bel!” Ucap Ella. “Yaudah, yuk ke ruang makan, sebelum ada yang curiga!” Ajak Amabel. “Yuk” Balas Ella dan Enna.
Di ruang makan,..
DUK! Amabel menyenggol bahu Nissa dengan
kencang, dan menatap sinis kearah Nissa, Enna dan Ella pun juga menatap sinis
kearah Nissa. Aduh, Amabel kenapa natap
sinis gitu ya ke aku? Aku kan ngak ada masalah sama dia. Aduuh aneh-aneh aja
deh!. Ucap Nissa dalam hati. Liat
nanti Nissa! Hal yang seru akan datang! Hahahaha!. Amabel berkata dalam
hati. “Nissa, kamu ngak kenapa-kenapa kan?” Tanya Lia. “Ngak kok Li, aku ngak
kenapa-kenapa,” Balas Nissa sambil tersenyum, padahal ia menahan sakit di bahu
nya. “Bener Niss?” Tanya Lia memastikan. “Iya kok, bener,” Jawab Nissa.
“Yaudah, makan lagi yuk” Ajak Lia. “Iya” Jawab Nissa.
Selesai makan pun, mereka kembali ke
kelas.
Di kelas,..
“Nissa,
kamu liat gambar Kupu-kupu aku ngak?” Tanya Lia. “Enggak tuh Li, kan tadi kamu
taro di laci meja kamu,” Balas Nissa. “Iya Niss, tapi sekarang enggak ada!”
Ucap Lia. “Ingat-ingat lagi Li..” Ucap Nissa. “Beneran Niss, tadi aku taro di
laci ku sebelum ke ruang makan!” Balas Lia.
“Alaaah, Nissa kan pencuri, dia pasti ngambil gambar kupu-kupu kamu
itu!” Ucap Amabel nimbrung. “Nga mungkin!, Nissa bukan pencuri!” Ucap Lia.
“Oooh, kamu ngak percaya?, Coba aja kamu liat dulu ke laci meja nya Nissa,”
Ucap Amabel. Lia pun me ngengok ke laci Nissa, dan memeriksa nya. “Ini dia!,
tapi kok basah?,..” Ucap Lia. “Bener kan Lia, Nissa tuh pencuri! Sampe-sampe
gambarnya kamu di rusakin!” Ucap Amabel penuh kemenangan. “Lia, kamu jangan
percaya Li, aku ngak ngambil gambar kamu! Mereka pasti bohong Lia!” Ucap Nissa
membela diri. “Nissa! Kamu yang bohong! Untuk apa sih kamu ngambil gambar
kupu-kupu ku? Terus kamu rusakin? Kalau kamu mau kan tinggal bilang ke aku
Niss!” Ucap Lia membentak Nissa sambil menahan tangis. “Lia, kamu percaya sama
mereka? Aku ngak ngambil Lia… !” Nissa membela dirinya sekali lagi. “Nissa!
Ternyata kamu pencuri yang keras kepala ya?! Udah ada buktinya tau, kalo kamu
nyuri dan nge rusak gambar kupu-kupunya Lia! Ngaku aja deh!” Ucap Amabel ber
akting, padahal dia sendiri yang menyuruh Ella dan Enna untuk merusak gambar
kupu-kupu Lia. “Nissa! Aku marah sama kamu! Mulai sekarang, aku ngak akan mau
deket kamu lagi!” Setelah Lia berbicara begitu, Lia langsung meninggalkan
Nissa. “Eh,.. eh Lia!.. Mau kemana?”
Nissa bertanya, namun Lia tidak peduli. Hahaha!
Emang enak! Makanya, jangan sok deket-deket sama Lia! Lia itu ngak selevel sama
kamu Nissa!. Amabel berkata dalam hati penuh kemenangan. “Amabel!, kamu
tega banget sih nuduh aku depan Lia!” Nissa membentak Amabel sambil menangis.
“Loh? Kok aku nuduh? Kan emang udah terbukti, kalau kamu udah nyuri dan rusakin
gambar kupu-kupunya Lia. Buktinya, gambar kupu-kupunya Lia, ada di laci meja
kamu, basah lagi!.” Ucap Amabel “Tapi aku ngak nyuri dan ngerusak gambar itu
Bel…!” Nissa masih menangis. “Alah! Ngapain sih kamu ngangis deket aku? Yang
ada nanti aku ketularan virus lebay kamu lagi! Digituin aja nangis!, Yuk Enn,
Ell, kita keluar!” Setelah berkata begitu, Amabel, dan Ella juga Enna, mencari
Lia.
Akhirnya,
Amabel dan genk nya menemukan Lia sedang termenung di taman. “Lia, kamu
kenapa?” Amabel pura-pura prihatin di depan Lia. “Aku masih ngak percaya Bel,
kalau Nissa udah berani nya nyuri dan ngerusak gambar kupu-kupuku.” Ucap Lia
lirih. “Iya Li, aku ngerti kok, Nissa emang begitu, dia pasti iri sama gambar
kamu,” Amabel membuat Lia membenci Nissa. “Tapi, awalnya aku liat Nissa baik
Bel,” Ucap Lia masih tidak percaya. “Aku emang ngak ngerusak dan nyuri gambar
kupu-kupu kamu Li,” Nissa tiba-tiba datang. “Bohong Li! Buktinya kan gambar
kupu-kupu kamu ada di laci mejanya!” Amabel menyalahkan Nissa. “Lia, kamu pilih
percaya aku, atau Amabel?” Tanya Nissa serius. “Alaah, ngak usah ditanya! Pasti
Lia pilih aku lah!” Amabel percaya diri. “Kamu diam Amabel!, aku Tanya sama
Lia!” Bentak Nissa. “Aku,.. aku pilih Amabel!” Ucap Lia gugup. “Li,.. Lia?!”
Nissa tidak percaya. “Iya kan! Lia pasti pilih aku!” Ucap Amabel bangga. “Tapi
Li,..” Omongan Nissa diputus, “Yaudah yuk Bel, Ell, Enn kita pergi” Ucap Lia
mengajak Amabel, Ella, dan juga Enna. “Yuk” Ucap Amabel sambil mengibaskan
rambutnya, sebagai penanda untuk Ella dan Enna ikut berjalan. Lia mengajak Amabel ke perpustakaan, tapi,..
“Bel,
ke perpustakaan yuk!” Ajak Lia. “Ah! Perpus? Tempatnya anak-anak ‘idiot’?
idiiiiw! Aku ngak mau!” Tolak Amabel centil. “Kok anak-anak idiot sih?! Berarti
kamu ngatain aku! Aku suka ke perpustakaan!” Bentak Lia. “Ehm,.. eh, .. yaudah,
aku juga mau pinjam novel, yuk masuk!” Amabel dengan gugup mengucapkan itu, ia
masuk ke perpustakaan dengan terpaksa.
Setelah
dari perpustakaan, Amabel, Ella, dan Enna pergi ke taman lagi, kali ini mereka
mau ke taman Utara.
Di
taman utara,..
“Ehm,..
Lia, kamu mau gak masuk genk aku?” Amabel bertanya dengan berharap Lia
mengatakan “iya” , “Emm, gimana ya Bel?” Lia masih ragu. “Ayolah Lia..” Amabel
mendesak Lia. “Emmm, oke, boleh juga, aku mau deh!” Jawab Lia kemudian. “Kamu
mau?, Tapi kamu harus lewatin ritual masuk ke genk kita dulu,” Ucap Amabel.
“Apa ritualnya?” Tanya Lia. “Kamu harus bawain tas aku, Enna, dan Ella ke rumah
masing-masing, dalam waktu 5 hari!” Ucap Amabel. Duuh, gitu banget ritualnya!, tapi daripada ngak punya temen, oke deh
masuk ke genk nya Amabel. Lia berkata dalam hati. “Yaudah deh, aku mau!”
Balas Lia. “Gitu dong!” Amabel senang. Lalu Enna maju dan membisiki Amabel.
“Ssst! Enggak akan! Aku punya rencana!” Ucap Amabel balas berbisik pada Enna.
Ting..Nong..Ting..Tong
Bel
pulang sekolah telah berbunyi, Amabel dan genknya pun berkemas pulang.
“Nih
Li, tas nya!” Ucap Amabel sambil melempar tas nya ke pada Lia. “Oh iya!, ni tas
aku Li!” Tambah Enna. “Nah, ini tas aku!” Tambah Ella lagi. Ya ampuun, ini tas isinya apa aja sih?!
Berat banget!. Keluh Lia di dalam
hati.
Di
rumah Amabel,..
“Nah,
sini tas nya!” Amabel menarik tas nya dengan keras dari tangan Lia. “Kamu
bawain tas nya Enna sama Ella sampe rumah mereka ya!, Bye Ella, Enna!” Ucap
Amabel. “Byee Bel....” Balas Enna dan Ella, seperti biasa Kompak!.
Setelah
mengantar tas Enna dan Ella, Lia pun menuju rumahnya. “Uuuh, capek abis bawa
tas nya Enna, Ella, Sama Amabel, masak mau masuk genk nya aja pake acara bawain
tas segala!” Keluh Lia terus menerus. Karna ke capai an, Lia tidur hingga esok
pagi, ia lupa Makan malam, heheheh.
Pagi hari, dirumah Nissa,..
“Nissa,
kenapa cemberut begitu?” Tanya mama Nissa yang melihat Nissa murung. “Em, ngak
apa-apa kok ma, Nissa Cuma, Cuma kenyang” Nissa berbohong. “Kenyang? Dari tadi
kamu belum makan Nissa,.. Ayolah, jujur sama mama, kamu kenapa cemberut?” Mama
Nissa mendesak. “Hhh, aku berantem sama Lia, Amabel nuduh aku yang ngerusak dan
nyuri gambar kupu-kupu nya Lia, padahal kan Enggak ma” Curhat Nissa. “ooh
begitu, kamu makan dulu ya, baru mama kasih solusi nya nanti, oke?” Ucap Mama
Nissa, Nissa mengangguk.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa Komentar mu!.. Dan terimakasih telah membaca!.. Dan jangan lupa baca Peraturan ber komentar yang ada di atas Box komentar, sebelum bercomment!..
Jangan lupa Komentar mu!.. Dan terimakasih telah membaca!.. Dan jangan lupa baca Peraturan ber komentar yang ada di atas Box komentar, sebelum bercomment!..

No comments:
Post a Comment
^^Komentar adalah yang Nomor satu! Jadi kamu harus Komen! (‾^‾)b
^^Komentar harus sesuai Artikel (‾^‾)b
^^Jangan Me-Request di komentar! Di Cbox/Ask,fm Aja (‾^‾)b
^^Nah, ayo tinggalkan komentar di Kotak bawah \(´▽`)/