a

Tips Naskah Yang Baik

Halo teman semua!... 
Apa kabar kalian semua?.. 
Sudah lama banget aku ngak nulis - nulis tentang dunia Seputar Writing nih!,.. 
Okeh.. Ada Tips Writing lagi nih!.. 
Apa tuh? baca judul nya ya!.. 
Yaudah,.. langsung aja nih baca ya!,.. 
          * Bahasa indonesia yang baik, adalah yang paling utama dalam suatu naskah. Naskah yang baik adalah tulisan nya yang nyaman untuk di baca, dan naskah itu harus mengandung, BKK. BKK adalah ; Bahasa indonesia yang baik, Kerapihan paragraf dan penulisan, Kesan santai yang di sisip kan. 
          * Meski penulisan harus mengenakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun, naskah tak harus selalu mengunakan bahasa Baku. Berikan sedikit kesan santai, atau kata kata yang mungkin kadang tak terselip dalam kamus. 
           * Tapi meskipun begitu, bukan maksudnya aku meminta kalian memasukan bahasa gaul, gunakan bahasa yang baku, namun di dalam nya ter sisip kesan santai. Jangan sesekali menggunakan bahasa gaul, penerbit kurang menerima naskah-naskah berbahasa gaul. Seperti ; Bro , woles, Dan kata gaul lain nya.
          
           * Jangan juga sekali kali, menggunakan bahasa di singkat singkat, hal ini membuat para pembaca tak nyaman akan bahasa yang di tulis. Ada juga pembaca yang tak mengerti arti dari singkatan-singkatan kata tersebut.
  
*  Suatu naskah, tak lengkap bila penulisan nya tak rata dan tak rapih. Percakapan, bila dua atau lebih orang berbicara,.. Dipisahkan bait nya. Contoh nya ;  
  
                 A "Aku tak melihat nya," Balas A sambil mengangkat bahu, dan memiringkan alis nya.
                 B "Baiklah, terimakasih, A" B berkata sambil meninggalkan A. 
           
          * Walau percakapan harus di pisah bait nya, bila hanya satu orang yang menjelaskan, tak perlu di pisah,.. Contoh nya ;
                   "Selamat datang di Tingko Land!" Seorang perempuan paruh baya, menghampiri Rima dan teman-teman nya. "Oh ya, nama saya bu Kinta, di dunia ini kalian di tugaskan membantu para rakyat," Lanjut nya lagi. "Mari saya antarkan kalian ke desa TingkoTingko!" Seru bu Kinta.
          * Hindari juga banyak kata yang ada terjemahan nya. Bila kata dengan bahasa asing yang masih sering kali di dengar dan tak asing lagi di telinga pembaca, misal nya ; "How Are you doing, Rinta? (apa Yang kamu lakukan, Rinta?" Tidak perlu mengunakan terjemahan kedalam bahasa Indonesia. 

          * Semua ide itu basi, yang baru adalah cara penyampaiannya. Yap, sialnya kita tidak hidup di abad ke-12, hari gini hampir segala hal udah ditemukan, semua cerita udah pernah dituturkan. Tapi gimana cara menuturkannya,.. 
          
          *Balik lagi deh,.. Ke cerita yang misal nya sahabat nya itu punya penyakit, tapi di umpetin, trus baru ketahuan pas di akhir cerita,.. Dan di akhir cerita sahabat nya meninggal. Itu sih udah kebanyakan di tulis,.. Bukan maksudnya cerita ini gak bisa di ulangi dan agak di ubah-ubah, tapi kalian harus bisa sedikit menambahkan cerita yang jauh berbeda, dan penambahan tokoh.. Yah kali ini kalian harus ngerti sendiri tanpa contoh ya,.. :3 

          * Satu hal lagi tentang ide dan kreativitas ini: awal cerita. Masih inget gak waktu kita SD dulu disuruh mengarang? Mayoritas karangan akan diawali dengan “Pada suatu hari aku... (dst).” Karangan-karangan saat ini, masih banyak yang menggunakan kalimat seperti itu. Hal ini di sebut pakem. Dan di zaman ini, pakem ini telah berganti menjadi,
Kring... kriing... Beker berbunyi keras. Aku membuka mata. "Oh, tidak! Aku kesiangan! Rupanya aku salah menyetel waktu pada jam beker ku!" Hindari lah penulisan Pakem di awal cerita,.. 

          *  Tokoh-tokoh novelnya kuat membuat kita “kenal” mereka. Gimana sih tokoh yang “kuat” itu? Tokoh itu gambaran fisik dan karakternya jelas. Misalnya tokoh Raya dalam Rival, yang langsung kita tangkap sebagai cowok yang lumayan tangguh, tapi ada segi lembutnya juga. Atau tokoh Ira dalam Beauty and the Best yang model. Mudah sekali menangkap seperti apa sih tokoh-tokoh ini.

 Jalinan cerita (alur)-nya kuat, membuat kita ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya
Beberapa naskah yang “bulat” dan sekali lirik langsung gue terima adalah Rival/Amalia, Beauty and the Best/Luna Torashyngu, dan Dokter, Pelukis, dan si Cowok Plin-Plan/Ken Terate. Ini novel-novel awesome dan gue bangga terlibat dalam “kelahiran” mereka.
Dari pengalaman gue sendiri dan tanya-tanya orang lain, novel-novel begini lahir setelah perencanaan matang. Alur cerita dipikirkan betul-betul, baru dituangkan. Kadang ada unsur “magis”-nya seperti “Cerita itu datang secara utuh ke diri gue”. Yap, gak bisa diterangkan dengan logis... hehehe... Tapi gue rasa dengan banyak latihan, unsur magis itu bisa dikikis. Selain itu persistensi, keukeuh mau menulis sampai selesai, “kebulatan” novel itu bisa dicapai juga.


Oke,.. Gimana teman?.. Semoga kamu gampang mengerti,.. Dan bisa menerapkan nya yaa!!,.. 
Semoga kamu suka,..
Dan semoga bagi yang punya naskah, dan sudah di kirim ke penerbit,.. Semoga di terima yaa!!... 
Semangat menulis!.. Ganbatte!.. hehe

No comments:

Post a Comment

^^Komentar adalah yang Nomor satu! Jadi kamu harus Komen! (‾^‾)b
^^Komentar harus sesuai Artikel (‾^‾)b
^^Jangan Me-Request di komentar! Di Cbox/Ask,fm Aja (‾^‾)b
^^Nah, ayo tinggalkan komentar di Kotak bawah \(´▽`)/