a

Cerpen ku : DIARY PEMBAWA PERTEMUAN DENGAN MAMA

"Hihihihihi" ... Terdengar suara anak-anak yang asik bermain.
Kalian pasti berfikir, anak-anak itu bermain di tempat yang semestinya.. Ya, Taman bermain, TimeZone,..dan lain nya bukan?..

Namun mereka hanya bermain di balik tumpukan sampah!..
Salah satu anak yang tinggal di pemukiman itu bernama Canlie. Banyak orang tak percaya Cenlie berasal dari keluarga yang kekurangan, karena parasnya yang cantik, dan sikapnya yang lemah lembut.
Cenlie juga kurang bisa bergaul, ia lebih suka diam, menyendiri, dan menulis Diary-nya. 

"Cenlie!.. Kamu mau kemana?.." Tanya salah seorang anak. Dia adalah Kance, Kance adalah satu-satu nya orang, yang masih saja mau mendekati Cenlie. Padahal, Cenlie memang susah di cairkan, alias Dingin.

Seperti biasa, Cenlie tidak menjawab. Cenlie malah pergi menuju Hutan kecil di belakang rumah nya.

Disana, Cenlie suka melamun, dan menulis Diary. Cenlie ingat betul saat dirinya hilang dari Mama nya.

Kejadian saat itu,

"Cenlie, kamu mau minuman apa?" Tanya seorang Ibu. Cenlie saat itu masih ber umur 3 tahun.

"Aku mau minuman itu!" Ucap Cenlie sambil menunjuk gelas plastik bersampul kuning.
Tiba-tiba, saat itu ada pencopet yang mengambil Dompet Mama Cenlie yang akan membayar. Mama Cenlie mengejar Copet itu, sehingga melupakan putrinya yang masih kecil. Cenlie hanya bisa menangis.

"Jangan menangis dek, kamu ikut Bapak saja ya," Ucap Bapak-Bapak paruh baya, penjual Minuman. Cenlie yang  tidak mengerti apa-apa pun diam saja.

Tiba di rumah Bapak itu, Cenlie di pinta duduk di atas tikar. Cenlie hanya menurut. Bapak itu pun memberi nya makan dan minum. Walau rumah nya sederhana, namun Cenlie tetap senang, karena merasa ada orang yang memperhatikan nya, jika ia di rumah, Semua orang sibuk bekerja. Sehingga Cenlie hanya berdua bersama Noni Craline-pengasuh Cenlie.
Rumah Bapak ini di tengah-tengah tempat pembuangan sampah. Namun Cenlie yang tak mengerti apapun hanya bisa diam.

Tiga tahun sudah, Cenlie tinggal di rumah Bapak itu. Setiap hari, Cenlie membantu Bapak itu berjualan Minuman di pinggir jalan.
Hari itu, mereka sedang berjualan.

"Cenlie, Bapak mau beli Es dulu ya di sebrang sana. Supaya minuman nya dingin, kan perlu Es Batu," Ucap Bapak itu. Cenlie menganguk. Bapak itu pun segera menyebrangi jalan raya, namun ternyata takdir sudah menjemput sang Bapak berhati nurani itu.

Ciiiiittttttt Braaak!!!!!!!...
Sebuah mobil sedan berwarna merah, menabrak Bapak yang sedang menyebrang itu.

"Bapaaakk!!" Teriak Cenlie histeris saat melihat Bapak itu sudah berlumur darah di tengah jalan raya.
Beberapa menit kamudian pun, Bapak itu meninggal. Seketika kaki Cenlie lemas.

Sejak hari itu pun, Cenlie jadi sering menyendiri dan suka murung, Ia juga tinggal di rumah Bapak itu sendirian. Seperti saat ini.

Di sisi lain, sang Ibu sedang mencari keberadaan anak nya. Itu Ibu Cenlie. Ibu Cenlie mencari ketempat terakhir ia bersama Cenlie, ketempat penjual minuman. Namun nihil, Cenlie tidak ada.
Suatu hari, Ibu Cenlie mengunjungi perkampungan Kumuh tempat Cenlie tinggal. Ibu Cenlie memeriksa semua gubuk milik pemulung dan keluarganya.
Saat tiba di rumah milik Cenlie, Ibu Cenlie terkaget melihat Diary berwarna Pink, juga ber kunci gembok.

Ini seperti Milik Cenlie!.. Aku yang membelikan nya saat itu!.. Batin Ibu Cenlie di dalam hati. Waktu berumur tiga tahun, Cenlie memang sudah mahir menulis dan suka menulis. Terutama menulis Diary.
Ibu Cenlie pun membuka halaman pertama buku Diary itu.

Dear Diary,

Halo diary!.. Sekarang kamu milik aku!... 
Mama yang beliin kamu... 
Aku seneng deeh mamah masih punya waktu buat beliin aku 
Diary seimut kamu,.. 
Padahal biasanya Mamah selalu sibuk sama Pekerjaan nya.
Kisah ku hari ini, aku senang bisa jalan-jalan ke Mal sama 
Mamah. 
Mamah beliin aku baju warna Pink yang imut kayak kamu. Mamah juga beliin 
aku Tas sekolah baru Lho!.. 
Udah dulu ya diary!.. Aku mau bobok siang, tapi mau nonton Tv dulu bareng mamah,.. 
Dadaaahh... 

Diary Of, ..
Cenlie Rabetclia Emoddya. 
Selasa, 11-12-13


Mama Cenlie tertegun melihat isi Diary anak nya itu. Ia memang selalu lupa akan keluarga. Ia sangat sibuk bekerja.

"Cenlie,.. Maaf kan Mama nak," Gumam Ibu Cenlie.

"Ibu siapa?! dari mana tahu nama saya!.. Dan mau ibu apakan Diary saya?!" Tegur Cenlie yang tiba-tiba masuk ke rumah nya.

"OH! Cenlie,.....! Kemana saja kamu, Mama mencari-cari mu selama  tiga tahun ini!" Ucap Mama Cenlie sambil memeluk anak nya itu.

"Iih! lepas! kamu bukan Mama saya!.. Mama 'kan, sibuk kerja!" Ucap Cenlie keras.
"Ini Mama Cenlie sayang,.. Mama yang selalu lupa sama kamu,.." Lirih Ibu Cenlie.

"Apa buktinya kamu Mama saya?!" Tantang Cenlie.

"Ini,.." Ucap Mama Cenlie sambil memberikan Boneka kesukaan Cenlie di rumah.

"Mama!!" Ucap Cenlie tiba-tiba.
"Maaf kan Cenlie sudah menegur dan membentak Mama seperti tadi," Ucap nya lagi.

"Harus nya Mama yang minta Maaf sayang,.. Mama selalu lupa sama kamu,.. Dan selalu sibuk sama pekerjaan." Kilah Mama Cenlie.


Dan berkat Diary itu,.. Mama Cenlie, dan Cenlie bisa berkumpul seperti sediakala.


.....TAMAT...